Cara Breeding Ikan Channa Untuk Pemula

Cara Breeding Ikan Channa Yang Tepat – Ikan Channa adalah ikan predator dari alam liar yang mulai naik daun untuk dipelihara dan menjadi pajangan di toko-toko ikan hias. Ikan ini memiliki nilai jual yang cukup menggiurkan, untuk ukurang 2 cm – 3 cm saja ikan ini dihargai puluhan ribu dan ratusan ribu tergantung dari jenisnya. Semakin populer jenis ikan Channa tersebut maka semakin mahal harganya.

Selain itu ikan ini diklaim memiliki perawatan yang mudah dan pengembangbiakan yang mudah juga, tentunya hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan jika anda tertarik untuk menjadi breeder ikan Channa.

Lalu bagaimana cara breeding ikan Channa yang tepat?

 

Panduan Cara Breeding Ikan Channa Yang Tepat Untuk Pemula

Pada artikel kali ini akan diberikan tips dan cara breeding ikan Channa yang tepat yang bisa dilakukan oleh pemula sekalipun.

 

1. Siapkan Tempat Perjodohan

Pastikan anda sudah menyiapkan satu wadah khusus untuk tempat perjodohan. Perjodohan sendiri adalah proses mengamati bahwa ikan ini cocok untuk dikawinkan atau tidak. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan ikan saling menyerang bahkan atau bahkan saling membunuh. Seperti yang kita tahu ikan Channa adalah ikan yang soliter dan agresif untuk saling menyerang untuk melindungi teritorialnya.

Anda bisa menyiapkan satu akuarium khusus yang proper tentunya, pastikan akuarium memiliki panjang yang cukup dan anda bisa menaruh sekat transparan untuk perjodohan kedua ikan tersebut. Sekat transparan tersebut berfungsi ikan yang dijodohkan dapat saling melihat dan berinteraksi tapi tidak bisa saling menyerang jika tidak cocok.

 

2. Sepasang Channa Dewasa Siap Kawin

Jika sudah memiliki wadah atau tempat perjodohan, anda bisa menyiapkan atau mencari sepasang ikan Channa dewasa yang siap untuk kawin. Berdasarkan data dari situs Wikipedia, menyebutkan ikan Channa akan mencapai titik kematangan atau dewasa pada umur 2 atau 3 tahun. Seekor betina yang sudah matang bisa memproduksi telur hingga 15.000 telur sekaligus.

Akan tetapi jika dilihat beberapa pengalaman beberapa breeder yang saya temukan. Mereka rata-rata menggunakan indukan Channa yang berumur 1 tahun ke atas untuk di kawinkan.

Pastikan saja bahwa sepasang ikan jantan dan betina yang sudah anda siapkan tidak terlalu muda untuk menghindari proses perjodohan atau reproduksi mengalami kegagalan.

Tips: Pastikan ikan jantan memiliki ukuran yang lebih besar daripada betinanya. Hal tersebut dikarenakan ikan betina cenderung lebih galak. Jadi jika size jantan lebih besar, maka ia memiliki kemampuan untuk melindungi diri lebih besar dan terlihat macho untuk betinanya.

 

3. Proses Perjodohan

Jika sudah memiliki pasangan dan wadah tempat untuk perjodohan, maka anda sudah bisa menempatkan ikan jantan dan betina tersebut dalam akuarium bersekat. Proses perjodohan sendiri bisa dilakukan dalam jangka waktu berminggu-minggu sampai ikan tersebut benar-benar menjadi sepasang dan tidak saling menyerang.

Untuk memastikan ikan sudah menjadi satu pasangan adalah dengan cara melepas sekat pembatas dan melihat reaksi ikan tersebut. Jika sudah tidak saling serang maka proses perjodohan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya atau perkawinan.

Lalu bagaimana jika masih saling serang?. Jika masih saling serang, anda bisa memisahkan kembali ikan tersebut langsung dan lakukan penyekatan kembali dalam waktu seminggu. Jika sudah seminggu anda bisa melepaskan sekat tersebut kembali dan mulai mengulang proses penjodohan sampai benar-benar menjadi pair atau sepasang.

Tips: Beri makan terlebih ikan betina dan jantan sebelum menggabungkan kedua ikan tersebut agar menjadi lebih tenang.

 

4. Proses Perkawinan

Proses selanjutnya proses perkawinan dimana anda bisa menaruh pasangan ikan Channa jantan dan betina dalam satu wadah atau akuarium. Pastikan akuarium tempat mereka kawin berada di tempat yang tenang dan jauh dari lalu lalang orang-orang. Hal ini bertujuan agar ikan tidak stress saat proses perkawinan.

Perhatikan juga pakan yang anda berikan saat proses perkawinan. Anda bisa menggunakan beberapa jenis pakan dengan protein tinggi seperti cacing, udang dan ulat. Pastikan ikan tidak kelaparan saat proses perkawinan, karena akan membuat ikan agresif dan saling serang.

Untuk proses perkawinan ikan Channa sendiri bisa berlangsung berminggu-minggu hingga 3 bulan. Jika lebih dari itu bisa dipastikan proses perkawinan gagal dan anda harus mencoba pasangan ikan yang baru.

 

5. Tanda Perjodohan Berhasil

Proses perkawinan Channa berhasil jika sudah adanya gelembung-gelembung bola di sekitar akuarium yang berasal dari jantan (sedikit mirip dengan cupang). Selain itu ukuran perut betina yang sedikit lebih gemuk mengindikasikan telur-telur yang ada di tubuhnya dan siap untuk dikeluarkan.

Telur akan dikeluarkan betina biasanya pada malam hari, telur yang dikeluarkan akan naik ke permukaan air dan menempel di gelembung-gelembung tadi.

Setelah itu sang jantang akan terlihat seolah ‘memakani‘ gelembung-gelembung di sekitar permukaan akuarium yang berisi telur tersebut. Tapi jangan khawatir karena ini bukan berarti dimakan dalam arti dikonsumsi, melainkan sang jantan menyimpan telur tersebut di mulutnya sampai menetas.

Setelah berada di mulut sang pejantan, telur akan menetas dalam waktu kurang lebih 3-4 hari.

 

6. Perawatan Setelah Keluar Anakan Channa

Setelah menetas tentunya disini adalah tahap anda melakukan perawatan untuk anakan ikan Channa hasil perkawinan. Anda memiliki opsi untuk memisahkan anakan dengan induk nya atau tidak.

Jika masih digabung pastikan sang indukan tidak stress dan kelaparan, karena jika stress itu bisa membuat sang indukan memakan anaknya sendiri. Untuk pemberian pakan, anda bisa memberikan pakan berupa cacing-cacing kecil untuk anakan.

Jika dipisah anda bisa memberikan makanan berupa cacing sutera setelah 2-3 hari dari menetas. Karena dalam waktu 2-3 hari tersebut sang anakan masih membawa cadangan makanan dari telurnya.

Lakukan perawatan hingga anakan sudah memiliki ukuran yang besar 2-3 cm lalu anda bisa memberikan makanan lain berupa pelet yang dihaluskan atau cacing tanah biasa.

 

Sekian dulu artikel kali ini dari Ceritaikan.com yang membahas tentang cara mengembangbiakkan atau breeding ikan Channa. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan anda bisa mencobanya sendiri. Terima kasih sudah membaca

Leave a Comment

You cannot copy content of this page